Tuesday, August 30, 2011

Malam Lebaran 2011

Tawaran untuk dikirimin ketupat/lontong opor sambel goreng dan untuk makan bersama muncul bertubi-tubi. Bahkan foto-foto semua makanan itu bermunculan dimana-mana.
Aku dengan rendah hati cuma bisa menulis bahwa Lebaran bukan sekedar makan-makan, yang penting adalah kemauan untuk memperbaiki diri di waktu yang akan datang dengan awal hati yang bersih...

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin ...

Monday, August 29, 2011

Felix dan Ike tentang sms ke & dari Igor...

Suatu malam yang sudah cukup larut Felix mengirim sms ke aku.

Flx’ received message
Madam, tahu Igor ada dimana? Aku sms dia berkali-kali tapi tdk dijawab.

Ike’s sent message
Aku nggak tahu. Terakhir aku lihat di kampus tadi sore. Ada apa?

Flx’s received message
Penting madam. Masalah hidup dan mati.

Ike’s sent message
Kl kamu 1. tdk berdada montok, 2. tdk berkulit putih, 3. bukan nonik-nonik, 4. tdk berumur di bawah 17, jgn berharap banyak Igor mau membalas sms-mu … :D



Ps. Felix sudah sangat putus asa mencari Igor sampai dia sms aku yang jelas-jelas tidak tahu kemana Igor. Baik aku maupun Felix tidak masuk ke semua kategori yang ada diatas, jadi percuma juga sms Igor dan berharap dia membalas sms kami, ‘Mungkin sebaiknya di badan Igor dipasang GPS tracker, jadi ketahuan dia dimana ya Flx?’

Sunday, August 28, 2011

#beingcheeky

Kita ...
Ya ...
Kita pernah mencintai orang yang sama.
Kamu mencintaiku.
Aku mencintai diriku sendiri.

:D

#meracauditengahkegalauanbelajar

Thursday, August 25, 2011

Titip rindu pada daun maple ....

Aku memandangi daun-daun maple merah coklat keemasan yang berguguran … melayang satu-satu tertiup angin yang membekukan di tengah musim gugur ini.
Ingatanku tentangmu satu persatu muncul dan melayang bersama guguran helai-helai daun maple itu.
Tak banyak waktu yang kita habiskan bersama, namun waktu sependek itu seperti selamanya bagiku.
Tak banyak waktu yang kita habiskan berdua, namun saat aku hanya bersamamu sepertinya waktu berhenti untukku.
Namun seperti daun-daun maple yang berguguran ini aku harus membiarkan waktu untuk bergulir.
Sama seperti daun-daun maple yang diterbangkan angin ini aku harus merelakan kau pergi.
Aku tidak ingin mengenangmu dengan kesedihan
Aku tidak ingin mengingatmu sebagai kehilangan
Aku tidak akan membiarkan airmata ini jatuh
Aku menitipkan tangis dan kesedihanku pada daun-daun maple yang berguguran …
Aku menitipkan salam dan kerinduanku di setiap helai yang melayang tertiup angin…

*Aku tak tahu sejauh mana daun-daun maple ini bisa terbang. Aku tak yakin daun-daun itu mampu menyeberangi samudra dan benua. Tapi jika kau menemukan sehelai daun maple, aku ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu.*

Tuesday, August 23, 2011

Untukmu, hari ini

Aku selalu ingin kamu mengingatku...
Namun setiap kali kamu ingat aku...
Aku tak mau kamu ingat aku.

Rain, My name is Rain.

TKP (tempat kejadian perkara (?))-nya ada di Stadion Jati Diri, Karangrejo, Semarang Jawa Tengah Indonesia, tepatnya di lapangan Futsal (coba deh pake Google Earth untuk bertamasya ke sana). Waktu itu aku datang tergesa-gesa untuk menonton latihan futsal. Aku asal duduk saja di bangku stadion itu dikelilingi entah siapa saja aku tidak terlalu ingat. Setelah selesai pertandingan futsal, aku dan beberapa mahasiswa mengobrol. Aku lupa persisnya apa yang terjadi, namun mahasiswa Sastra di sebelahku tiba-tiba saja menyibakkan rambutnya dan bilang, “Rain… my name is Rain.” Saking kagetnya aku jatuh telentang ke belakang dan kepalaku terbentur bangku stadion. Jadi kalau ceritaku nggak detail, mungkin itu karena aku menderita gegar otak ringan karena benturan itu. Sejak itu aku agak trauma dengan ‘Rain’ or ‘Hujan’…

Yang di kiri 'Rain' ... yang di kanan yang mengaku 'Rain'

Monday, August 15, 2011

Aku dan Leonardo DiCaprio

Aku tidak suka Leonardo DiCaprio. Bukan karena cintaku pernah ditolak oleh dia… (nggak lah, cintaku kan untuk Brad Pitt seorang … wkwkwkwk …) tapi karena di awal kemunculannya, dia “lousy” banget … bahasa semarangnya dia tuh “malesi pollll”.
Aku tahu nama Leonardo DiCaprio pertama kali dari film “Romeo and Juliet”-nya Buzz Lurhmann. Film yang aku acungi jempol karena ide postmodernisme-nya. Of course, DiCaprio jadi “Romeo”, bangsawan lemah lembut gemulai dengan wajah ganteng cenderung cantik. Kelemahlembutannya itulah yang membuat Romeo di akhir cerita jadi mati tragis.
Film kedua yang mengangkat nama DiCaprio adalah “Titanic” . Kali ini dia berperan sebagai Jack seorang laki-laki kelas pekerja dari Inggris yang jatuh cinta pada perempuan bangsawan di kapal “Titanic”. Dengan adegan yang terkenal bersoundtrack lagunya Celine Dion “My heart will go on”. Tenggelamnya Titanic membawa Jack ke kematian.
Nhhhaaa … ini dia. Basically aku nggak begitu tertarik sama tampilan Leonardo DiCaprio yang lemah lembut, dengan matanya yang misty dan blurry. Buat aku, dia kurang “maskulin” hehe (ya gimana yah… aku merasa tampilanku lebih maskulin dari dia sih…).
Sudah kurang maskulin, eeeehhhhhh… dua kali maen PILEM kok ya mati teruuusssss…. Nih orang kok nggak pernah belajar dari pengalaman ya??? Stupid!!!
Dari dua film diatas, aku hanya menonton “Romeo and Juliet” (karena ingin menikmati ke postmo-an film ini bukan krn tertarik sama pemainnya. Nontonnya pun tidak selesai) dan tidak menonton “Titanic” sama sekali.
Film-film DiCaprio yang selanjutnya seperti “The Beach”, “Gangs of New York”, “Catch Me if You Can” … semuanya leeewwwaatttt dengan selllaaammmaattt … No way deh …
Beberapa bulan lalu aku tidak sengaja pinjam “Shutter Island” di persewaan video dekat rumah. Tak terlalu memperhatikan pemainnya siapa, aku menonton film yang ternyata dibintangi Leonardo DiCaprio ini. Film yang super intriguing. Tapi di film ini pun aku tidak terlalu memperhatikan DiCaprio.
Tapi aku berubah pikiran setelah setelah dua minggu lalu nonton “Blood Diamond” di TV. “O … ternyata Leonardo DiCaprio… actor yang bagus ya.” Aku suka pada perannya sebagai Danny Archer, kulit putih yang lahir di Afrika, penyelundup berlian di daerah konflik di Africa. Di Blood Diamond ini dia berperan sebagai petualang oportunis yang memanfaatkan situasi dan kondisi perang sipil di Siera Leonne untuk mendapatkan uang sekaligus berperan sebagai pahlawan. Peran yang sangat membuatku benci sekaligus sadar bahwa tidak ada orang di dunia ini yang perfect. Peran yang membuatku berpikir “What it means to be different”; tentang identitas. Sekalipun Danny itu kulit putih, dia lahir di Afrika. Kulit putih bukan, Afrika bukan. (Terus apa y?) jadi loyalitasnya sebagai bangsa tidak jelas. Yang jelas, dia setia pada uang tanpa peduli uang itu diperoleh dengan mencelakakan orang lain atau tidak.
Dan sekalipun di akhir film ini Leonardo DiCaprio MATI lagi … :D :D, kata-katanya yang mengungkapkan tentang situasi perang di Afrika tetap aku ingat, “Sometimes I wonder... will God ever forgive us for what we've done to each other? Then I look around and I realize... God left this place a long time ago.” Dan tentu saja kata “TIA” – This is Africa.

Saturday, August 13, 2011

Akan rindu

Sama seperti kota-kota lain yang pernah aku tinggali
Kota ini pernah jadi kota yang asing untukku
Namun aku tahu saat aku pergi dari sini
Aku akan sangat merindukan kota ini
Kota terpencil yang ada di pojok bawah bumi bagian selatan
Yang sepi orang lalu lalang
Yang seperti kota2 kecil di Jawa, semua aktifitasnya lenyap pada jam 8 malam…

Aku akan rindu pada playground di tepian Swan River, halte bis di pinggir Universitas, dermaga di Matilda Bay;
Aku akan rindu pada suara daun-daun jatuh di musim gugur, suara burung Raven dan Magpie di pagi dan sore hari, suara truk sampah dan mobil penyapu jalan di Rabu dan Kamis pagi;
Aku akan rindu pada teriknya matahari di musim panas, gelap dan sepinya Fairway street waktu malam, angin kencang dan dingin yang menderaku setiap aku pulang;
Aku akan rindu pada bau masakan di Broadway fair, bau bunga mawar di musim semi, bau segar rumput di pagi hari;
Aku akan rindu pada spinach pie, Fish and Chips, ginger beer, scotch whiskey, wedges…

Yah… aku pasti akan merindukannya…

Monday, August 8, 2011

Sopo aku?

“Aslinipun saking pundi mbak?”
Pitakonan iki sing paling ora isa tak wangsuli.
“Waaahhhh… asli pundi nggih? Ngaten, bapak kula saking Bantul, Ibu saking Imogiri (nanging simbah saking Solo). Kula kelairan Malang, Jawa Timur, alit kula wonten mrika. Lajeng pindah-pindah: Jakarta, Kendal, Sukorejo, Pekalongan. Kuliah wonten Semarang lan nyambut damel wonten Semarang. Mekaten.”
“Kok mboten kados tiyang Jawi nggih mbak?”
“Heh? Lha kados napa? Tiyang listrik? Menapanipun ingkang mboten kados tiyang Jawi?”
“Nggih kados benten ngaten.”
“Oooo inggih pak. Basa Jawi kula mila grothal grathul. Namung basa Indonesia kula taksih medhok pak. Kula nggih saged sekedhik-sekedhik ngangge basa Inggris. Niku nggih medhok.”
“Sanes, … anu mbak …, niku lho mbake niku kados “berani” ngaten.”
“Eeenggg. Berani karena benar pak….” wangsulanku ngawur.
Bapak sing lungguh ing sebelahku ora ngomong apa-apa maneh. Aku ya trima melu meneng karo mikir, “Apa ya bener aku iku ora kaya lumrahe wong Jawa?” Njur aku kaya wong apa? Wong alas alias orangutan? Aaarrrggghhhhh!!!! Apa merga aku wani ngomongke apa sing ora tak senengi lan apa sing ora tak setujoni kanthi blak-blakan ndadekake aku ora bisa dikategorike dadi wong Jawa?

Thursday, August 4, 2011

Aku dan sandal jepit

Kata ramalan bintang yang di tweet-kan sama Rina dikatakan bahwa Aries selalu berani tampil beda.
Yak ... memang benar... karena aku Aries, aku berani tampil beda ...
Hari ini aku pake sandal jepit ke kampus. Dan setiap orang yang melihat kakiku memandangku aneh.
Bukan... bukan karena kampusku melarang orang bersandal jepit masuk... bukan ... orang cuma pake rok dan baju secuil-pun tidak dilarang, apalagi orang berpakaian lengkap dan bersandal jepit kaya aku, pastilah tidak dilarang.
Cuma ya itu ... hari ini adalah salah satu hari di tengah-tengah musim dingin dan diramalkan hari ini akan hujan badai.
Hampir semua orang memakai alas kaki yang appropriate, yang akan bisa menghangatkan kakinya (kalau kaki kedinginan, dijamin sebentar lagi pasti sakit). Nhaaa ... ini dia aku yang bersandal jepit jadi menarik perhatian.
Alasanku bersandal jepit hari ini sederhana kok: Aku pengin pake sandal jepit... titik... tidak ada alasan lain...
eh ada alasan lain ding ... :
"Kalau hari hujan pake sepatu dan saat itu kehujanan, sepatu jadi basah dan kotor. Jadi terpaksa harus bersihkan sepatu kl sampe rumah nanti. Naaaaa ... kalau sandal jepit, tinggal digosok2kan ke karpet kantor, beres deh... "

Tuesday, August 2, 2011

Skripshit o skripshit

Bukan aku!!! Pasti bukan. Ini Antonius Aditia Maharjuni’s skripsi. Panggilan sayangku ke dia adalah: NDAS SEMPAL. Satu dari 6 (enam) mahasiswa angkatan 2006 yang kukutuk dengan kata “KALIAN! Kalian adalah mahasiswa yang akan lulus lama!”

Setelah melewati banyak suka dan DUKA, intinya bulan ini Anton harus mengumpulkan proposal skripsi untuk sidang (demi lulus Desember besok, Amin). Seperti layaknya mahasiswa yang “normal”, ide baru muncul pada saat-saat kepepet. Dan seperti sudah bisa ditebak sebelumnya, ide yang muncul pada saat-saat terakhir adalah ide yang pasti asli chaotic a.ka acak adul. Mungkin karena dia sudah mentok … tok … hitting the wall… dia mengirimkan proposal skripsinya ke aku untuk minta masukan dan kritik.

Waktu aku membuka file yang dia kirim dan membaca judul awalnya, aku sudah siap muntah. Proposal itu berjudul “THE CRITICISM ON INSTITUTIONALIZATION OF FAITH in Fynn’s Mister God This is Anna” Adoooowwwww … cari skripsi aja kok ya susah2 to yo …

Waktu mbaca lebih lanjut lagi, rasanya pengin njedotin kepala ini ke bantal (kalo ke tembok sakit soalnya). Teori yang dipakai adalah teorinya NIETZCHE, sodara-sodara. Astajim!!! Skripsi soal agama pun pasti sudah membuat aku muntah buat memahaminya, lha ini skripsi soal kritik terhadap agama sebagai institusi. Dan sudah bisa ditebak, teori bapak Nietzche yang filsuf ini serumit namanya. Aku terpaksa harus skim reading kritik2 Nietzche ttg agama di bukunya yang berjudul Ecce Homo dan Anti-Christ (opo kuwi…). Dan terbuktilah filosofiku tentang pintar selama ini: COGITO ERGO DUMB … saya berpikir, karena itu saya jadi bodoh … kira2 begitulah aku mengartikannya …

Singkat kata, setelah mendengar my moans (NGOOOOKKK… NGGGOOOK… nggoookkkk…) tentang sulitnya memahami teori2nya Nietzche, Anton muncul dengan ide yang lebih “mudah” dipahami, tentang pemahaman Anna (karakter dalam novel yang dia bahas), gadis kecil berumur 5 tahun-8 tahun, tentang Tuhan dan Agama. Jadilah kami (sudah jadi kami nih, bukan lagi Anton sendiri) berkonsentrasi ke psychology dan religion.

Thanks God atas seluruh social networking yang diciptakan untuk mempermudah komunikasi, lewat YM, e-mail, dan mobilephone terciptalah diskusi dua arah yang cukup intense. Satu file proposal skripsi dikirim bolak-balik antara Anton dan aku. Nah, mungkin karena saking semangatnya aku membantu Anton (mungkin karena merasa bersalah karena pernah mengutuk dia…), aku sampe ikut-ikutan mengedit tulisan dia (padahal rambu2nya, aku kan cuma boleh kasih masukan dan komentar). Dan terjadilah percakapan ini di YM:


Anton DeFuehrer: tak mindah skala (terj. Aku mau memindah skala)

ike48cool: iyo ... wis ngono wae (terj. ya … udah gitu aja)
ike48cool: definition of terms-e isih kurang fowler karo Kohlberg (terj. Definition of term-nya masih kurang fowler sama Kohlberg)
ike48cool: Btw...
ike48cool: boso inggrisku yo isih salah2 lho (terj. Bahasa inggrisku juga masih salah2 lho)
ike48cool: tapi paling sithik2 (terj. Tapi paling sedikit2)

Anton DeFuehrer: gpp mbok (terj. Gpp bu)

ike48cool: nggawene karo mlayu (terj. Mbuatnya sambil lari)

Anton DeFuehrer: nek kapiken malah curiga mengko (terj. Kalau terlalu bagus malah curiga nanti)

ike48cool: nek kapikan ngko dicurigai ding malahan (terj. Kalau terlalu bagus nanti malah dicurigai)

ctt: yg dua kalimat diatas itu kami ketik pada saat bersamaan. Jadi sebelum aku baca pesannya anton, aku sudah ketik kalimat di atas. Kl pake YM kan emang suka ada jeda antara waktu kirim dan waktu terima. Begitu sama2 baca pesan kami masing-masing, ini kelanjutannya:

ike48cool: iyo bener

Anton DeFuehrer: lhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Anton DeFuehrer: (icon ketawa ngakak guling2)

ike48cool: kita sepikiran
ike48cool: (icon ketawa lebar)

Anton DeFuehrer: wkwkkwkwkw
Anton DeFuehrer: aku ngekek neng ta (terj. Aku ketawa ngakak di ta)
Anton DeFuehrer: wkwkwkkw
Anton DeFuehrer: ngguling2

ike48cool: aku yo ngekek (terj. Aku juga ketawa)
ike48cool: hahahahha


PS. Sebenarnya aku bukan dosen tipe tukang sihir or nenek nyinyir tukang kutuk tapi pengalamanku selama 10 tahun mengajar (aku “mengutuknya” di tahun 2006) membuktikan bahwa mahasiswa yang angin2an dan nggak serius seperti dia adalah mahasiswa yang akan lama lulus (Gloria dan Dyah tahu sekali Anton itu seperti apa… ya Glo/Dyah).