Tuesday, August 2, 2011

Skripshit o skripshit

Bukan aku!!! Pasti bukan. Ini Antonius Aditia Maharjuni’s skripsi. Panggilan sayangku ke dia adalah: NDAS SEMPAL. Satu dari 6 (enam) mahasiswa angkatan 2006 yang kukutuk dengan kata “KALIAN! Kalian adalah mahasiswa yang akan lulus lama!”

Setelah melewati banyak suka dan DUKA, intinya bulan ini Anton harus mengumpulkan proposal skripsi untuk sidang (demi lulus Desember besok, Amin). Seperti layaknya mahasiswa yang “normal”, ide baru muncul pada saat-saat kepepet. Dan seperti sudah bisa ditebak sebelumnya, ide yang muncul pada saat-saat terakhir adalah ide yang pasti asli chaotic a.ka acak adul. Mungkin karena dia sudah mentok … tok … hitting the wall… dia mengirimkan proposal skripsinya ke aku untuk minta masukan dan kritik.

Waktu aku membuka file yang dia kirim dan membaca judul awalnya, aku sudah siap muntah. Proposal itu berjudul “THE CRITICISM ON INSTITUTIONALIZATION OF FAITH in Fynn’s Mister God This is Anna” Adoooowwwww … cari skripsi aja kok ya susah2 to yo …

Waktu mbaca lebih lanjut lagi, rasanya pengin njedotin kepala ini ke bantal (kalo ke tembok sakit soalnya). Teori yang dipakai adalah teorinya NIETZCHE, sodara-sodara. Astajim!!! Skripsi soal agama pun pasti sudah membuat aku muntah buat memahaminya, lha ini skripsi soal kritik terhadap agama sebagai institusi. Dan sudah bisa ditebak, teori bapak Nietzche yang filsuf ini serumit namanya. Aku terpaksa harus skim reading kritik2 Nietzche ttg agama di bukunya yang berjudul Ecce Homo dan Anti-Christ (opo kuwi…). Dan terbuktilah filosofiku tentang pintar selama ini: COGITO ERGO DUMB … saya berpikir, karena itu saya jadi bodoh … kira2 begitulah aku mengartikannya …

Singkat kata, setelah mendengar my moans (NGOOOOKKK… NGGGOOOK… nggoookkkk…) tentang sulitnya memahami teori2nya Nietzche, Anton muncul dengan ide yang lebih “mudah” dipahami, tentang pemahaman Anna (karakter dalam novel yang dia bahas), gadis kecil berumur 5 tahun-8 tahun, tentang Tuhan dan Agama. Jadilah kami (sudah jadi kami nih, bukan lagi Anton sendiri) berkonsentrasi ke psychology dan religion.

Thanks God atas seluruh social networking yang diciptakan untuk mempermudah komunikasi, lewat YM, e-mail, dan mobilephone terciptalah diskusi dua arah yang cukup intense. Satu file proposal skripsi dikirim bolak-balik antara Anton dan aku. Nah, mungkin karena saking semangatnya aku membantu Anton (mungkin karena merasa bersalah karena pernah mengutuk dia…), aku sampe ikut-ikutan mengedit tulisan dia (padahal rambu2nya, aku kan cuma boleh kasih masukan dan komentar). Dan terjadilah percakapan ini di YM:


Anton DeFuehrer: tak mindah skala (terj. Aku mau memindah skala)

ike48cool: iyo ... wis ngono wae (terj. ya … udah gitu aja)
ike48cool: definition of terms-e isih kurang fowler karo Kohlberg (terj. Definition of term-nya masih kurang fowler sama Kohlberg)
ike48cool: Btw...
ike48cool: boso inggrisku yo isih salah2 lho (terj. Bahasa inggrisku juga masih salah2 lho)
ike48cool: tapi paling sithik2 (terj. Tapi paling sedikit2)

Anton DeFuehrer: gpp mbok (terj. Gpp bu)

ike48cool: nggawene karo mlayu (terj. Mbuatnya sambil lari)

Anton DeFuehrer: nek kapiken malah curiga mengko (terj. Kalau terlalu bagus malah curiga nanti)

ike48cool: nek kapikan ngko dicurigai ding malahan (terj. Kalau terlalu bagus nanti malah dicurigai)

ctt: yg dua kalimat diatas itu kami ketik pada saat bersamaan. Jadi sebelum aku baca pesannya anton, aku sudah ketik kalimat di atas. Kl pake YM kan emang suka ada jeda antara waktu kirim dan waktu terima. Begitu sama2 baca pesan kami masing-masing, ini kelanjutannya:

ike48cool: iyo bener

Anton DeFuehrer: lhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Anton DeFuehrer: (icon ketawa ngakak guling2)

ike48cool: kita sepikiran
ike48cool: (icon ketawa lebar)

Anton DeFuehrer: wkwkkwkwkw
Anton DeFuehrer: aku ngekek neng ta (terj. Aku ketawa ngakak di ta)
Anton DeFuehrer: wkwkwkkw
Anton DeFuehrer: ngguling2

ike48cool: aku yo ngekek (terj. Aku juga ketawa)
ike48cool: hahahahha


PS. Sebenarnya aku bukan dosen tipe tukang sihir or nenek nyinyir tukang kutuk tapi pengalamanku selama 10 tahun mengajar (aku “mengutuknya” di tahun 2006) membuktikan bahwa mahasiswa yang angin2an dan nggak serius seperti dia adalah mahasiswa yang akan lama lulus (Gloria dan Dyah tahu sekali Anton itu seperti apa… ya Glo/Dyah).

1 comment:

Gloria Putri said...

hahahhaha....aku ingat kapan kamu kutuk si Anton itu madam....di ruang kelas Extension Reading kannnn??? gara2 Anton gak niat baca buku...hahhahahhaa

taruhan deh madam, pasti novelnya yg buat skripsi aja tuh anton belom baca sampe abis dehh...yakin 100% hehehhehe