Wednesday, October 12, 2011

Gini ini deh susahnya nggak tahu bahasa Jawa

Java Mall di Jumat sore.
Parkiran semi-illegal di depan Java Mall sudah sangat penuh.

Aku yang membonceng Yamaha Mio Oki lewat di depan parkiran itu. Para tukang parkir (semi-illegal) melambaikan tangan menawarkan tempat. Oki menggeleng-geleng dan terus berkendara pelan-pelan menuju parkir legal Java Mall.

“Mas, tulung mas, mandeg,” teriak seorang tukang parkir sambil berusaha mencegat motor Oki. (terj. Mas, tolong mas, berhenti).

Oki menggelengkan kepala sambil terus pelan-pelan menembus macet.

“MAS!!! Mbak-e iki kunci Mio-ne ilang. Nyilih kuncine. Yak’e padha. MAS!” teriak tukang parkir itu lebih keras sambil agak mengejar motor kami yang agak menjauh. (terj. Mas!!! Kunci Mio mbak-nya ini hilang. Pinjam kuncinya. Siapa tahu sama. Mas!).

Aku melihat dua perempuan dan satu tukang parkir lagi kebingungan di depan sebuah Mio merah. Aku mencolek Oki dari belakang. Namun Oki tetap menggeleng kepala dan melaju terus.

“WO… DIJALUKI TULUNG WAE KOK RAK GELEM!!!,” teriak tukang parkir sambil setengah mengumpat dan berekspressi marah. (terj. Wo… dimintai tolong aja kok nggak mau).

Aku yang duduk di belakang hanya bisa memasang ekspressi sepolos mungkin dan berusaha memaksakan sekilas senyum minta maaf ke tukang parkir itu.

Setelah selesai memarkir motor dan berjalan menuju pintu masuk Java Mall, aku bertanya ke Oki, “Mas-nya tadi minta tolong, kok kamu nggak berhenti?”

Oki menjawab dengan tegas, “Dia minta aku parkir di depan Mall. Aku nggak mau. Nggak aman.”

Aku seketika terdiam. Oki adalah anak kelahiran Jakarta, besar di Jakarta, berbahasa ibu Bahasa Indonesia, tinggal di lingkungan berbahasa Indonesia, selama di kuliah di Sastra tidak pernah aku dengar dia pakai bahasa Jawa (bahkan waktu mengumpatpun bahasanya Jakarta sekali).

‘Ngggggggggg ….,’ batinku, ‘Gini ini deh susahnya kalau nggak tahu bahasa Jawa.’

5 comments:

Gloria Putri said...

hahahhahahaha....
mesakke oki di pisuh-i wong gara2 ga ngerti bahasane :p

Angelika Riyandari said...

Peristiwa yg cukup memalukan dan memilukan ... :D

Andy said...

Bahasa jaw atuh ibarat kaya bahasa inggris yang sering dipakai oleh mayoritas penduduk indonesia pada umumnya termasuk juga bule,hehehe

Asop said...

Hahahahahahaha lucuu hihihi :D

SAya ngebayangin gimana kalo jawanya jawa Suroboyan... :))

Angelika Riyandari said...

@Andy: iya, benar... kdg sebagai mayoritas, org Jawa berpikir bhw semua orang bisa bahasa Jawa. Aku punya teman yg dimana-mana lbh milih pake bhs Jawa, di Jakarta & Jawa Barat sekalipun. Nggak peduli yang diajak ngomong paham apa enggak...

@Asop: hehe... bener, untung g pake bhs Suroboyo-an... tambah malu aku ... :D