Sunday, February 6, 2011

Spoiled bastard

Mie instant dan igor adalah dua sejoli yang tak mungkin terpisahkan. Hubungan yang mengerikan mengingat bahan makanan inilah yang menurutku membuat igor kurus kering dan terlihat seperti ‘drug addict’ … tapi…NO… dia cuma ‘mie instant addict’… .

Episode igor dan mie instant yang paling keterlaluan terjadi waktu live-in Fakultas Sastra I tahun 2008 di Kulon Progo. Saat konsep live-in adalah berusaha hidup membaur dengan masyarakat, igor yang menjadi panitia malah tampil bak ‘Tuan Muda’…

Dia datang dengan koper untuk travel-nya (harap dicatat: k.o.p.e.r. … sangat beradab bukan?) dan sekardus mie instant (catat juga: s.e.k.a.r.d.u.s. …. yang mereknya sangat terkenal dari Sangir sampai ke Talaud) untuk live-in yang hanya 3 (t.i.g.a.) hari.

Hal yang sangat mengusik hati nuraniku. Sangat. Buat aku itu adalah gambaran ketidakmauan dan ketidakpedulian. Apa pentingnya live-in kalau tidak untuk belajar hidup yang berbeda. Bahwa hidup ‘enak’ yang dirasakan orang-orang ‘kota’ harusnya disyukuri dan tidak ‘taken for granted’ karena masih banyak orang yang tidak seberuntung ‘kita’. Mana igor panitianya lagi. Huh! Harusnya dia lebih tahu.

Dan bukan igor kalau tidak membuat things more annoying…

Mengingat live-in-nya di desa, kompor yang dipakai adalah kompor minyak tanah. Igor yang nampaknya tak terbiasa dengan kompor minyak tanah sangat … sangat … sangat ribut setiap kali dia akan menyalakan kompor untuk memasak mie instant-nya. Dia berusaha mencari orang yang bersedia membantu dia memasak atau tepatnya memasak untuk dia dengan iming-iming mie instant. Somehow, dia selalu berhasil ‘membujuk’ seseorang untuk memasak mie itu untuk dia.

Jadi, kalau tadinya aku cuma merasa ‘terusik’ … ujung-ujungnya aku merasa ‘jengkel’… Ingin rasanya aku memukul dia pakai sapu dan berteriak, ‘YOU!!!! SPOILED BASTARD!!!!!!’

Untung aku pulang lebih awal jadi tidak ada tragedi pemukulan yang terjadi.


Ps. Karena aku tidak pernah membantu igor, aku juga tidak pernah mendapat bagian mie instant itu… betul kan?

No comments: