Friday, March 5, 2010

Lampu sein

Dina iku aku karo kanca kuliahku arep menyang Gramedia, saka kampus Sastra Undip (dalan Hayam Wuruk). Lungane numpak sepeda motore kancaku, aku mbonceng. Tekan ngarep gedung Bank Indonesia ing dalan Imam Bonjol, kancaku noleh memburi lan takon: “Ik, lampu sein-ku ki mati apa murup. Coba delengen.” Dikandhani kaya ngono aku terus namatke lampu sein sepeda motore kancaku. “Murup … eh…mati …murup…mati…eh …murup,” kandhaku. Krungu omongku, kancaku dadi anyel: “Piye to kowe ki, tak kon nge-cek lampu sein-ku mati apa murup kok malah ngajak guyon?” Aku terus semaur: “Lha pancene lampu sein-mu kuwi sing rusak… murup mati … murup mati.” Krungu wangsulanku sing mangkel, kancaku meneng wae. Bareng tekan Gramedia lan rampung parkir, kancaku nyedhaki aku lan kandha: “Ik, kowe ki pancen goblok! Sing jenenge lampu sein ki ya murup mati… lha wong lampune rak kedip-kedip murup mati… Cah kok gampang men emosi…”

Nulis nganggo basa Jawa kok ya jebulane angel banget dadi nek salah nulis nyuwun pangapura...

Thursday, March 4, 2010

Aku hari ini ...

Dia bilang, "Berbahagialah..." Kuucapkan, "Do'akan ya..." Tapi ada yang menangis saat aku mengucapkan kata itu. Bukan tangis di mata, tapi lebih halus lagi, itu tangisan hati yang tak pernah terdengar dan terlihat, yang amat lembut dan senantiasa menginginkan aku untuk bilang... "aku mau bahagia, tapi itu artinya bersamamu... aku mau bahagia bersamamu" :: by Ucu Agustin

I got these lines from Melao Kamisama's wall in Facebook ...

Wednesday, March 3, 2010

Aku, Kamu, Bulan, dan Rindu Pulang















Andai rindu punya sayap, aku pasti sudah terbang pulang
Tapi sayang dalam hidup ini tidak ada kata ‘andai’
Kata itu cuma ada dalam angan-angan

Jadi kalau aku rindu pulang
Aku menuruti katamu: keluar rumah dan mencari bulan
Karena kamu pernah bilang: “Biar kita jauh, kalau kamu keluar rumah dan melihat bulan kita melihat bulan yang sama.”
Dan aku merasa … aku pulang …

Tuesday, March 2, 2010

My glass of beer

I am telling you this,
My life is like drinking a glass of beer,
The first sip will be bitter, but it’s getting sweeter toward the end
You’ll get drunk but not so bad that you can’t survive
The warmth lingers long enough to free your spirit without losing your head

I like it that way
When everything is not black and white but in the shade of grey
So if you think that I’m pointless you are wrong
I just wanna be me who do not want great things but just enough
Even if I only go with the flow

I chose my own life
Neither can someone tell me what way I should go
Nor can someone tell me what to do
Coz I’ll be the one who pay for them all, smashing my head to the wall
And I’ve learned the hardest way not to cry when I fall

(Written for Felix, inspired by Igor’s simple philosophy of life)

@48cool

The good and the fallen

My mind is so full of you that I can’t keep a space for myself
Am I doomed by having you fully in my dreams?
When you’re so innocent and naïve
And I am so cursed and worn

I can only be the hero you won’t let me to be
Be the savior you condemn to live without
Be the light of your bright path
Be the guide for your precise destination

The devil in me wants you badly
But I can’t let myself break the heart so delicate
Afraid to hurt the soul so divine
Just let me keep you in my heart …always

@48cool

It's me ...

So many things happened since I created this blog ... I can't maintain it well ... but I have published new posts for I think I've got so many things in my mind now which make me ready to burst and explode right away if I don't express them in writings. This blog will be a kind of open diary for me without any intentions of attacking anybody ... no offense ... all are personal... My postings will be either in bahasa Jawa, bahasa Indonesia, and English depend on my swing of mood ...

I ain’t a Princess

Aku tidak ingat kapan aku ‘give up my ideas to be a princess’ … seorang putri… yang memakai gaun putih panjang, bersepatu indah, berwajah lembut, berambut panjang, berkulit terang, sopan santun dan baik hati…;


… mungkin ketika aku menyadari bahwa aku tidak bisa memanjangkan rambut tanpa kelihatan seperti ‘wild ghost chased by old witches’ …;


… mungkin ketika aku sadar bahwa kulitku tidak akan pernah putih dan mulus karena terlalu banyak terpapar matahari dan terlalu banyak luka…;


… mungkin ketika aku tahu bahwa aku tidak bisa duduk diam … jadi cakep cantik manis… karena selalu tergoda untuk bergerak dan berlari … free spirit chasing the wind …;


… mungkin ketika aku menyadari bahwa tubuhku ‘minimalis’ tanpa tonjolan yang cukup berarti untuk kelihatan sexy dan menarik hati laki-laki…;


… mungkin ketika aku memilih untuk tidak menutup mulutku dan ‘just say things from the top of my head’ ketika aku melihat, mendengar, atau mengalami sesuatu yang aku suka atau tidak suka …;


… mungkin ketika aku tahu bahwa aku tidak bisa membedakan kiri dan kanan dengan benar jadi aku tidak bisa menari/berdansa dengan baik tanpa membingungkan orang lain …;


… mungkin ketika aku sadar bahwa mataku lebih mampu memancarkan keseriusan dan kesinisan dibandingkan pandangan yang ‘adorable’ ke orang lain …;


… mungkin ketika aku tahu bahwa tawaku keras dan suaraku ‘travels’ …;


… mungkin ketika aku menyadari bahwa things are not free and work hard is the key …;


… mungkin ketika aku belajar bahwa aku tidak harus menunggu ‘a prince charming (riding in a white horse) … untuk menolongku … karena aku harus mampu menolong diriku sendiri …;


… mungkin ketika aku mengerti bahwa ‘it’s better to laugh than to cry’ …;


masih banyak mungkin yang lain … tapi satu hal yang pasti …


I AIN’T A PRINCESS …