Monday, September 30, 2013

Bed Of Roses

Songwriters: Bongiovi, Jon;

Sitting here wasted and wounded at this old piano
Trying hard to capture the moment this morning I don't know
'Cause a bottle of vodka is still lodged in my head
And some blond gave me nightmares, think that she's still in my bed
As I dream about movies
They won't make of me when I'm dead

With an ironclad fist I wake up and french kiss the morning
While some marching band keeps it's own beat in my head
While we're talking
About all of the things that I long to believe
About love, the truth, what you mean to me and the truth is
Baby you're all that I need

I wanna lay you down in a bed of roses
For tonight I'll sleep on a bed of nails
I wanna be just as close as your Holy Ghost is
And lay you down on a bed of roses

Well I'm so far away the step that I take's on my way home
A king's ransom in dimes I'd give each night
To see through this pay phone
Still I run out of time or it's hard to get through
Till the bird on the wire flies me back to
You I'll just close my eyes, whisper baby blind love is true

I wanna lay you down in a bed of roses
For tonight I'll sleep on a bed of nails
I wanna be just as close as your Holy Ghost is
And lay you down on a bed of roses

Well this hotel bar's hangover whiskey's gone dry
The barkeeper's wig's crooked
And she's giving me the eye
Well I might have said yeah
But I laughed so hard I think I died
Ooh yeah

Now as you close your eyes
Know I'll be thinking about you
While my mistress she calls me to stand in her spotlight again
Tonight I won't be alone
But you know that don't mean I'm not lonely
I've got nothing to prove for it's you that I'd die to defend

I wanna lay you down in a bed of roses
For tonight I'll sleep on a bed of nails
I wanna be just as close as your Holy Ghost is
And lay you down

I wanna lay you down in a bed of roses
For tonight I'll sleep on a bed of nails
I wanna be just as close as your Holy Ghost is
And lay you down on a bed of roses

http://www.elyrics.net/

Friday, September 20, 2013

Pintu Kaca

Kita bertemu hari itu setelah lama kau menghilang,
‘Dia sibuk show dengan band-nya.’
Kudengar teman-teman kita bicara tentangmu.
Waktu aku melihatmu hari itu kau nampak biasa saja, bercelana jeans lusuh dan baju biru muda yang selalu tampak kebesaran untukmu.
‘Ayo ikut aku,’ ajakmu.
‘Kemana?’ tanyaku ragu.
Sudah lama kita tidak bertemu dan tiba-tiba kau mengajakku pergi, aku tak tahu apa aku akan nyaman untuk pergi bersamamu.
‘Beli ‘pick’ gitar,’ jawabmu.
‘Mmm… oke,’ kataku setuju.
Membeli ‘pick’ gitar bukan kegiatan yang akan membuatku terjebak dalam pembicaraan basa-basi dan panjang lebar tentang kita atau orang-orang sekitar kita yang sedang tak ingin kubicarakan denganmu. Karena itu aku mau pergi bersamamu.
Kau sudah selesai membeli ‘pick’ gitar ketika tiba-tiba kau berjalan menuju ke grand piano yang sedang dipajang di toko alat musik itu.
Aku mengikutimu dengan bodoh.
Kau duduk di bangku piano dan kau melihat ke arahku.
Tatapanmu membuat aku menghentikan langkahku, tepat di sisi depan grand piano itu.

Dan kau memainkan ‘Bed of Roses’*…

Aku tidak ingat apa yang kurasakan waktu itu.
Aku tidak ingat apa yang kulakukan waktu itu.
Waktu seakan berhenti … semua tampak kabur…

Hal pertama yang kurasa setelah kau selesai dengan lagu itu adalah pipiku hangat.
Aku melihatmu, melihatmu tersenyum, melihat matamu berbinar indah.
‘Ayo,’ katamu menyadarkanku.
Kau berdiri dan menunjuk pintu dengan kepalamu.
Tiba-tiba kau berlari ke arah pintu…
‘AYO!’ katamu lagi.
Aku berlari cepat menyusulmu.
Kita sampai ke pintu kaca pada saat yang sama, aku mendorong pintu yang sebelah kiri dan kamu mendorong pintu yang kanan.
Kita tertawa saat kita mendorong pintu itu bersamaan, berlari keluar dan melepaskan pintu itu pada saat yang sama.
Senyap sejenak mencekam kita saat kita berhenti berlari dan menengok ke belakang, melihat dua pintu itu menutup cepat…
Kita diam tak berkata-kata.
Aku tahu kekhawatiranmu sama seperti kau tahu kekhawatiranku.

‘Kau takut kedua pintu kaca itu akan saling berbenturan dan pecah bukan?’

Kita berdua kembali tertawa keras dan meneruskan lari ke tempat motor kita di parkir setelah pintu kaca itu menutup dengan tepat, tanpa pecah…

= Sadarkah kau bahwa dulu kita seperti kedua pintu kaca itu? Kita bersama, bersebelahan, dan ada untuk yang lain… tapi kita rapuh dan beresiko untuk pecah jika kita berbenturan?=

* Bed of Roses adalah lagu grup Bon Jovi di album Keep the Faith.

Tuesday, September 10, 2013

Mencuri masa lalu

Lucu,

Hujan dan suara piano yang memainkan lagu yang tidak jelas itu tiba-tiba membuatku teringat padamu. Pada lagu yang pernah kau mainkan dengan grand piano di sebuah toko musik lebih dari 17 tahun yang lalu.
Waktu mungkin sudah mengikis ingatanmu tentang hari itu dan tentang aku tapi tiba-tiba… peristiwa itu segar di ingatanku.
Dan aku merindukanmu…
Karena itu kuijinkan diriku mencuri sedikit waktu di sela bebanku untuk sekedar mencari tahu tentangmu hari ini.
Membaca info tentangmu, melihat fotomu, melihat videomu, membuatku tahu bahwa kita tidak hanya terpisah jarak begitu jauh, tapi juga terpisah waktu dan peristiwa.
Namun masa itu… ketika kita masih muda dan ‘gila’ … pernah kita lalui bersama. Ada saat dimana kita saling memahami dan saling membutuhkan. Ada saat dimana kita berseberangan dan saling menyakiti. Mungkin itu memang tahapan hidup yang harus kita lalui.
Kau pergi ketika aku sudah tak begitu tahu lagi tentangmu. Kita masing-masing telah memilih jalan yang kita inginkan. Pilihan hidupmu dulu sempat mengejutkanku tapi aku yakin bahwa apapun yang terjadi kau pasti bertanggung jawab atas pilihanmu. Dan tampaknya itu yang terjadi. Aku lebih bisa memahamimu dan pilihanmu kini.
Meski aku masih merindukanmu namun sudah saatnya aku harus membiarkan waktu kembali bergulir ke masa kini dan terus bergerak….

May your day be a good day…

Sunday, August 18, 2013

Minta PUTUS...

Cinta itu sumber inspirasi yang nggak ada habisnya… dibawah ini adalah kata-kata klise yang pernah kudengar dipakai cwe/cwo yang minta putus sama pacarnya:
1. I love you but I’m not in love with you anymore
2. Maafkan aku, sepertinya aku tidak pernah bisa membuatmu bahagia
3. You deserve a better person… I am not the person…
4. Aku sudah berusaha, tapi aku tak bisa
5. Kamu adalah yang terbaik buatku. Tapi sepertinya aku bukan yang terbaik untukmu.
6. Kita terlalu berbeda
7. Aku tahu ini berat, tapi kamu akan menemukan orang lain yang lebih baik dari aku
8. Aku tidak pernah memahamimu, kau juga tidak pernah bisa memahamiku
9. Mungkin memang kita lebih baik memilih jalan sendiri-sendiri
10. Sepertinya hubungan kita ini tidak ada harapan lagi, hanya bisa sampai disini
11. Kamu sempurna, masalahnya adalah aku udah nggak percaya lagi sama kamu
12. Aku sudah tidak punya urusan apa-apa lagi sama kamu
13. Orang tuaku nggak setuju sama hubungan kita
14. Siapa sich loe? Kok gue lupa?
15. Kita putus yuk… bosan nih…
16. Aku sudah tidak bisa menemanimu lagi. Aku doakan kamu bahagia.
17. KITA PUTUS!!!
18. Aku sudah lelah
19. Kalau kita berteman lagi saja gimana?
20. Kaya’nya kita nggak cocok deh…
21. Aku merasa lebih baik aku jadi single
22. Aku ternyata belum siap punya pacar
23. Perasaan setelah jadi pacarmu, aku tekor terus
24. Kamu sudah tidak mempedulikan aku lagi
25. Kamu sudah menyakiti hatiku


Ada yang lain?

Jadi kalau cwe/cwo kamu udah ada tanda2 mau minta putus tapi nggak ngomong-ngomong, print aja note di-atas dan berikan ke cwe/cwo-mu sambil bicara lemah lembut, ‘Yang mau kamu omongkan ada nggak di daftar ini? Kalau iya, tolong dong dilingkari. Jadi kamu nggak perlu ngomong lagi.’ Aku yakin, demi alasan harga diri dia tidak akan mau mengakui bahwa dia mau minta putus. Dan dia akan butuh waktu untuk mengarang kata-kata lain… sementara itu, buatlah dia jatuh cinta padamu lagi.

Mad Am

Monday, August 5, 2013

Untukmu, hari ini

‘Dia selalu menganggapku bajingan,’ katamu sambil menunjukku di depan orang banyak.
Aku hanya tertawa-tawa mendengar tuduhanmu.
Kau benar, selama ini ‘I let myself think that you’re an asshole and treat you like one.’
Jadi, kalau kau pikir aku kejam dan tak berperasaan aku terima semua katamu. Aku selalu menertawakan kebodohan dan mimpi-mimpi kosongmu, aku membuatmu bahan bulan-bulanan lelucon-lelucon konyolku, aku selalu menempatkan diriku di posisi yang berseberangan denganmu, aku tidak pernah minta maaf atas semua hal buruk yang kulakukan padamu, aku tidak pernah berterima kasih atas semua hal baik yang kaulakukan untukku.
Namun kau tak akan pernah tahu bahwa aku juga kejam dan tak berperasaan pada diriku sendiri. Bersamamu dan diam-diam mencintaimu seperti melihat sinetron di layar kaca. Ada tapi tak nyata.

Ketika kau sedih dan terluka, aku ingin memelukmu… tapi aku tak bisa… aku hanya menangis dalam hatiku…
Ketika kau ditinggalkan sendirian, aku ingin membiarkanmu bersandar padaku… tapi aku tak sanggup… aku hanya bisa berdoa untukmu…
Ketika kau marah, aku ingin menenangkanmu dalam pelukku… tapi aku tak mampu… aku hanya bisa memandangmu kelu…

Aku menyimpan airmata untukmu, aku menyimpan marah untukmu, aku menyimpan duka di hatiku untukmu, aku menyimpan cinta untukmu …


*Jangan pernah minta maaf padaku untuk hal-hal yang tak kau tahu kau lakukan padaku… aku tak butuh maaf itu… maaf itu membebaniku, sungguh…*

Thursday, August 1, 2013

Untuk-Mu hari ini ...




Tuhan, jaga aku ...












                                                                                                          

Monday, July 29, 2013

Duh ...

"Arep tuku apa maneh?" tanya seorang bapak yang duduk di tangga turun sebuah supermarket.
Bapak itu berbaju abu-abu (atau coklat?) lusuh dengan peci yang sama lusuhnya.
Istrinya (asumsiku) yang memakai baju daster lusuh juga memandang bapak itu dengan pandangan ragu-ragu.
"Duite isih ana?" tanya perempuan itu.
Si bapak hanya senyum-senyum tanpa menjawab. 
Dua anak, laki-laki dan perempuan, yang berdiri (dan berbaju lusuh) di dekat perempuan itu ikut memandang bapaknya (asumsiku juga) dengan pandangan harap-harap cemas.
Aku memandang sekilas ke tas plastik bermerek supermarket yang dibawa oleh si bapak.
Isi tas: 3 bendel buku tulis baru.
"Es teh wae pak," perempuan itu memutuskan.

Jlebbbb ... Untuk seorang yang hobi mampir beli kopi di gerai yang sering didatangi banyak orang karena alasan 'lifestyle,' jawaban perempuan tadi seperti menancapkan belati di hati.

Duh ... sering dengan tanpa alasan aku menghabiskan ratusan ribu hanya untuk sekedar makan atau minum atau keduanya. Karena aku tidak hobi beli produk fashion baru atau make-up baru, aku selalu bisa ngeles kalau dituduh konsumtif or hedonis. Kataku selalu, " Lha kan makan, minum itu kebutuhan manusia. Nggak makan dan minum, manusia bisa mati."

Jadi sekalipun aku bukan Muslim, di bulan Puasa tahun ini, sepertinya aku disentil sama Tuhan ...
Well, aku akan selalu ingat keluarga (berbaju lusuh) itu setiap kali aku berhasrat untuk makan atau minum yang berlebihan...